Kamis, 27 Januari 2011

Peluang Kaya dari Tanggal Lahir

Peluang Kaya dari Tanggal Lahir. Misteri Kaya dan Miskin menurut metafisika Tiongkok.
Demikian buku yang ditulis oleh Heri Kusrianto, terbit sebulan menjelang Imlek (tapi tak ada hubungannya, sih). Heri yang lebih dikenal sebagai 'orang travel', ternyata punya minat lain yakni Feng Shui dan Empat Pilar, sehingga terwujud buku yang menarik ini.

Menarik, sebab mampu 'meramal' kehidupan seseorang berdasarkan tanggal lahir, bukan shio atau zodiak yang selama ini populer di kalangan masyarakat luas. Bahkan menurut buku ini, tanggal lahir berdasarkan 4 Pilar memberikan hasil ramalan lebih akurat. Karena pada dasarnya kehidupan setiap orang dipengaruhi oleh banyak faktor --yang membuatnya punya hoki berbeda, walaupun mungkin ada orang-orang yang bertanggal lahir sama persis. Faktor-faktor yang mempengaruhi nasib seseorang antara lain pengasuhan (dari orang tua), teman-teman dekat, rumah, pasangan hidup, pekerjaan, dansebagainya.

Untuk meneropong nasib, pertama kali kenali dulu diri sendiri, apakah termasuk Kayu (yin atau yang), Api (yin atau yang), Air (yin atau yang), Tanah (yin atau yang), dan Logam (yin atau yang). Selanjutnya masuk ke rangka 4 Pilar yang terdiri dari Jam, Hari (tanggal), Bulan, dan Tahun, yang berisi 8 kolom yakni 4 bagian atas adalah simbol Batang Langit dan 4 bagian bawah simbol Cabang Bumi.

Di sini kita perlu menggunakan software 4 Pilar (tersedia di dalam buku). Setelah kita isi jam, tanggal, bulan, dan tahun lahir, akan keluar diagram yang menunjukkan Elemen Pribadi kita (Api, Air, Tanah, Logam, Kayu, dan apakah termasuk kuat atau lemah). Untuk bisa membaca dengan benar hasil dari diagram, kita mesti pelajari dulu tentang sifat-sifat elemen, siklus penguatan, siklus pelemahan, siklus penghancuran, dan clash.

Buku yang menarik, karena kita bisa meramal diri sendiri, bahkan termasuk 'nasib' per sepuluh tahunan, meskipun agak rumit, karena membutuhkan otak kanan dan  kiri untuk menelaahnya.




   

Selasa, 18 Januari 2011

Belajar Bahagia

Ini sebuah buku perenungan, refleksi perjalanan perkawinan selama 20 tahun milik Dian Syarief dan Eko Pratomo. Pasangan yang saya kenal sejak bertahun lalu, ketika Dian  bekerja di sebuah bank dan saya aktif sebagai jurnalis.
Buku yang manis, ditulis dengan 'lugas', apa adanya, tanpa bunga-bunga, sehingga terasa  'asli'
Kehidupan Dian memang tidak mudah. Dengan lupus yang 'menemaninya', tentu banyak upaya yang harus dilakukannya. Namun semangatnya tak pernah padam. Bahkan membuahkan sesuatu yang dahsyat. Yang bernama Syamsi Dhuha Foundation. (Tapi bukan berarti kalau Dian tidak sakit tidak melakukan apa-apa).

Dari buku mungil ini cukup tercakup perjuangan hidupnya yang penuh warna, mungkin air mata, tapi juga taqwa dan keikhlasan --ini yang mendominasi buku ini. Tentang sakit hanya muncul di judul 'Pita Suara & Kista', selebihnya berisi kekuatan jiwa dalam menjalani kehidupan. Ada yang sangat menyentuh: 'Jalan Mendaki', "Kuatkan', 'Uban', 'Laron', 'Lorong Waktu'. 'Takut', dll.

Kesan kehidupan perkawinan Dian selama 20 tahun diungkapkannya dalam judul2: 'Refleksi 20 Tahun Pernikahan', '20 Tahun Pernikahan', 'Pernikahan', 'Unconditional Love'.

Dengan yayasan lupusnya, Dian banyak berbuat dan berbagi bagi orang2 yang kurang beruntung. 
Itulah Dian, sosok tegar yang memancarkan 'spiritnya' pada lingkungan sekitarnya. Alangkah indahnya bumi ini jika dipenuhi dengan wanita-wanita seperti Dian.