Gun-wook benar-benar play boy. Ia berhasil mencuri hati Jae In, seorang gadis kurator seni, Mone, putri bungsu konglomerat Hong, dan Tae Ra, putri sulung Pak Hong. Namun Gun Wook punya misi khusus mendekati anak-anak Pak Hong. Ketika ia masih kecil diterima sebagai anak Pak Hong dengan nama Hong Tae Song. Tapi akhirnya dia diusir karena ternyata dia 'dianggap' bukan anak Pak Hong.
Tae Song kecil juga seharusnya disuruh bunuh oleh Nyonya Hong yang berdarah dingin, tapi disembunyikan oleh sekeretarisnya, bahkan bisa hidup di rumah yatim piatu dan ia kemudian diadopsi oleh keluarga Amerika. Setelah dewasa, dengan nama Gun Wook, ia ingin membalas dendam. Dengan cara-cara yang brilian dan licin --maklum dia lulusan MBA-- ia berhasil membuat Mone patah hati, Tae Ra bercerai dari suaminya yang jaksa terkemuka, dan membuat anak laki-laki sulung keluarga Hong bangkrut dan akhirnya mati karena 'kecelakaan'.
Gun-wook hanya melepaskan Tae Song --anak lain yang diakui sebagai anak sebenarnya Pak Hong --padahal bukan, karena semua itu ulah Nyonya Hong yang murka karena Tae Song adalah anak selingkuhan Pak Hong.
Dan ia sendiri sebenarnya jatuh cinta pada Jae In yang tanpa sengaja terseret dalam konflik keluarga Hong.
Serial ini cukup mencekam sejak awal katean dibungkus dengan misteri. Adegan pertama adalah peristiwa kematian Seon Yong, pacar Tae Song, yang dulunya teman sepanti asuhan Gun-wook. Aksi balas dendam Gun-wook terajut dalam upaya dua detektif yang menyelidiki penyebab kematian Seon Yong. Misteri demi misteri masa lalu Gun-wook dikeluarkan secara bertahap, membuat penonton penasaran. Kisah cinta segitiga antara Gun-wook, Jae In, dan Tae Song, juga cinta mati Tae Ra terhadap Gun-wook menjadi daya tarik serial yang digarap cukup serius dengan cerita yang tidak linier dan fotografi yang cantik.
Permainan Kim Nam Gil (pemeran Gun-wook) dan skenario, patut diacungi jempol.
Tapi endingnya bikin penonton (terutama wanita) menangis. Wah, ending sih suka-suka yang punya cerita ya :))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar