Film romantis selalu menarik perhatian walaupun tidak selalu menarik. Tapi serial yang satu ini lumayan menarik 'plus'. Ceritanya agak rumit, tentang intrik-intrik di dunia kerja. Tentang karyawan-karyawati yang berkarier untuk mencapai posisi puncak, ada pula yang hanya sekadar mencari sesuap nasi. Ada tokoh yang suka sikut sana-sini, dan yang lain berusaha bertahan untuk tetap eksis di kantor itu, sebuah perusahaan di bidang kosmetik.
Adalah Huang Tae Hee sang tokoh utama yang ulet, pekerja keras, galak, tapi karaktenya lurus, dalam arti tak suka berbuat curang di pekerjaan. Rekannya sendiri, Bong Jun So, kemudian menjadi suaminya, tapi perkawinan itu retak karena usilnya rekannya yang lain, Bae Yu Jin, pacar lama Jun So. Akhirnya Tae Hee pun melepaskan suaminya, karena hidupnya jadi ribet gara-gara direcokin cewek lain. Masalahnya, ketiga orang itu masih berkutat di perusahaan yang sama, sehingga selalu saja muncul korslet2. Terutama karena bos mereka, Nyonya Han yang ambisius suka sekali mengadu domba para bawahannya. Apalagi Nyonya Han tak suka pada Tae Hee yang memang karyawan brilian.
Hidup Tae Hee kian rumit setelah muncul Go Yong Shi, putra Presdir yang baru datang dari AS. Karena Yong Shi menjadi atasan Tae Hee di divisi baru yang dibuat untuk menilai kinerja Yong Shi. Intrik muncul di divisi ini karena Ny. Han tak mau Yong Shi sukses, karena pria keren dan perlente itu calon direktur utama, pengganti ayahnya. Kerumitan Tae Hee adalah menghadapi berbagai intrik itu, lebih-lebih ketika ia menyadari bahwa Yong Shi ternyata menyukainya, dengan cara diam-diam sampai terang-terangan.
Jalan cerita serial ini sebenarnya tergolong rumit, tapi skenario dibuat simpel sehingga mudah diikuti, dan bagusnya lagi banyak masalah terselesaikan dengan baik, tanpa bisa diduga oleh penonton. Yang menarik lagi (dan ini menjadi highlight serial ini) adalah bumbu humor di antara para tokoh-tokoh utamanya, terutama di seputar Tae Hee dan Yong Shi serta karyawan-karyawan lain di divisi mereka. Sungguh 'kompak' dan saling menunjang. Adegan-adegan lucu terutama dari tingkah laku sekretaris Yong Shi, bernama Gon Woo, yang rada bencong, dan lucu banget, terutama lewat dialog-dialog yang nyeleneh dan mimiknya. Gon Woo adalah sahabat Yong Shi, sehingga hubungan bos dan sekretaris itu pun jadi terbalik-balik.
Tampaknya serial ini dirancang dengan tokoh utamanya Tae Hee (diperankan dengan baik oleh Kim Nam Joo) dan Jung So. Tapi porsi Yong Shi sangat dominan, dan dimainkan dengan menawan oleh Park Shi Hoo. Aktor usia 30-an ini tiba-tiba saja muncul dan menjadi idola tanpa background film-film sebelumnya, kecuali serial Prosecutor Princess (di sini aktingnya mulai mencuri perhatian). Jadi? Ya begitulah, tanpa Park Shi Ho, saya tidak akan nonton serial yang lucunya setengah mati ini (padahal bukan film komedi, bahkan banyak adegan Yong Shi menangis) hahaha!!
Jumat, 25 November 2011
Senin, 15 Agustus 2011
Secret Garden
Satu lagi serial Korea yang cukup menarik. Tentang cowok kaya, Kim Joo Won (oleh Hyun Bin) yang jatuh cinta pada seorang wanita stunt in, Gil Ra Im (oleh Ha Ji Won). Mereka tiba-tiba bertukar jiwa. Artinya, jiwa Ra Im masuk ke tubuh Joo Won dan sebaliknya. Sehingga terjadi kekakacauan, karena keduanya harus berperan menjadi orang lain.
Serial ini tampaknya memang dirancang sebagai komedi romantis atau komedi situasi. Paling banyak berkat karakter Joo Won yang tengil, mau menang sendiri, arogan, tapi begitu jatuh cinta jadi seperti orang bloon dan meskipun segala cara dibuatnya, Ji Won terus menghindarinya.
Tentu saja banyak cerita sampingan yang tak kalah menarik, yakni kisah cinta Oska, seorang penyanyi, saudara sepupu Joo Won. Kedua cowok tengil ini saling bersaing memperebutkan hati Ra Im. Sementara Ra Im sendiri penggemar berat Oska.
Dua orang yang bertukar jiwa karena kena sihir memang ide yang lucu dan aneh. Tapi sebenarnya mengandung 'inti' bahwa sihir ada di kehidupan setiap orang. Orang bisa tersihir oleh pekerjaannya, tersihir oleh ambisinya, tersihir oleh cinta, dan sebagainya. Di sini, sihir cinta yang berasal dari masa lalu yang kelam (kecelakaan Joo Won di dalam lift dan ditolong oleh ayah Gil Ra Im) membuat Joo Won ingin memberikan seluruh cintanya pada wanita itu. Hanya sebuah dongeng, tapi memiliki arti dalam dan bisa jadi bahan perenungan (buat yang suka merenung, sih).
Sementara profesi stunt in jarang ditampilkan, di sini cukup menonjol dan digarap secara menarik, terutama dalam adegan-adegan sekelompok stunt in yang punya sekolah dan sang pimpinan juga diam-diam suka pada Ra Im.
Hyun Bin bermain lumayan meskipun masih lebih bagus di serial My Name is Kim Sam Soom. Sementara Ha Ji Won, artis Korea kawakan, meskipun sudah tampak berumur, masih mampu menampilkan kepiawaiannya sebagai artis senior. Ia pernah bermain bagus dalam Memories of Bali dan Hwang Jini. Yang paling menarik dari serial ini adalah lagu-lagunya yang menawan, percaya deh!!
Serial ini tampaknya memang dirancang sebagai komedi romantis atau komedi situasi. Paling banyak berkat karakter Joo Won yang tengil, mau menang sendiri, arogan, tapi begitu jatuh cinta jadi seperti orang bloon dan meskipun segala cara dibuatnya, Ji Won terus menghindarinya.
Tentu saja banyak cerita sampingan yang tak kalah menarik, yakni kisah cinta Oska, seorang penyanyi, saudara sepupu Joo Won. Kedua cowok tengil ini saling bersaing memperebutkan hati Ra Im. Sementara Ra Im sendiri penggemar berat Oska.
Dua orang yang bertukar jiwa karena kena sihir memang ide yang lucu dan aneh. Tapi sebenarnya mengandung 'inti' bahwa sihir ada di kehidupan setiap orang. Orang bisa tersihir oleh pekerjaannya, tersihir oleh ambisinya, tersihir oleh cinta, dan sebagainya. Di sini, sihir cinta yang berasal dari masa lalu yang kelam (kecelakaan Joo Won di dalam lift dan ditolong oleh ayah Gil Ra Im) membuat Joo Won ingin memberikan seluruh cintanya pada wanita itu. Hanya sebuah dongeng, tapi memiliki arti dalam dan bisa jadi bahan perenungan (buat yang suka merenung, sih).
Sementara profesi stunt in jarang ditampilkan, di sini cukup menonjol dan digarap secara menarik, terutama dalam adegan-adegan sekelompok stunt in yang punya sekolah dan sang pimpinan juga diam-diam suka pada Ra Im.
Hyun Bin bermain lumayan meskipun masih lebih bagus di serial My Name is Kim Sam Soom. Sementara Ha Ji Won, artis Korea kawakan, meskipun sudah tampak berumur, masih mampu menampilkan kepiawaiannya sebagai artis senior. Ia pernah bermain bagus dalam Memories of Bali dan Hwang Jini. Yang paling menarik dari serial ini adalah lagu-lagunya yang menawan, percaya deh!!
Kamis, 23 Juni 2011
Bad Guy
Gun-wook benar-benar play boy. Ia berhasil mencuri hati Jae In, seorang gadis kurator seni, Mone, putri bungsu konglomerat Hong, dan Tae Ra, putri sulung Pak Hong. Namun Gun Wook punya misi khusus mendekati anak-anak Pak Hong. Ketika ia masih kecil diterima sebagai anak Pak Hong dengan nama Hong Tae Song. Tapi akhirnya dia diusir karena ternyata dia 'dianggap' bukan anak Pak Hong.
Tae Song kecil juga seharusnya disuruh bunuh oleh Nyonya Hong yang berdarah dingin, tapi disembunyikan oleh sekeretarisnya, bahkan bisa hidup di rumah yatim piatu dan ia kemudian diadopsi oleh keluarga Amerika. Setelah dewasa, dengan nama Gun Wook, ia ingin membalas dendam. Dengan cara-cara yang brilian dan licin --maklum dia lulusan MBA-- ia berhasil membuat Mone patah hati, Tae Ra bercerai dari suaminya yang jaksa terkemuka, dan membuat anak laki-laki sulung keluarga Hong bangkrut dan akhirnya mati karena 'kecelakaan'.
Gun-wook hanya melepaskan Tae Song --anak lain yang diakui sebagai anak sebenarnya Pak Hong --padahal bukan, karena semua itu ulah Nyonya Hong yang murka karena Tae Song adalah anak selingkuhan Pak Hong.
Dan ia sendiri sebenarnya jatuh cinta pada Jae In yang tanpa sengaja terseret dalam konflik keluarga Hong.
Serial ini cukup mencekam sejak awal katean dibungkus dengan misteri. Adegan pertama adalah peristiwa kematian Seon Yong, pacar Tae Song, yang dulunya teman sepanti asuhan Gun-wook. Aksi balas dendam Gun-wook terajut dalam upaya dua detektif yang menyelidiki penyebab kematian Seon Yong. Misteri demi misteri masa lalu Gun-wook dikeluarkan secara bertahap, membuat penonton penasaran. Kisah cinta segitiga antara Gun-wook, Jae In, dan Tae Song, juga cinta mati Tae Ra terhadap Gun-wook menjadi daya tarik serial yang digarap cukup serius dengan cerita yang tidak linier dan fotografi yang cantik.
Permainan Kim Nam Gil (pemeran Gun-wook) dan skenario, patut diacungi jempol.
Tapi endingnya bikin penonton (terutama wanita) menangis. Wah, ending sih suka-suka yang punya cerita ya :))
Tae Song kecil juga seharusnya disuruh bunuh oleh Nyonya Hong yang berdarah dingin, tapi disembunyikan oleh sekeretarisnya, bahkan bisa hidup di rumah yatim piatu dan ia kemudian diadopsi oleh keluarga Amerika. Setelah dewasa, dengan nama Gun Wook, ia ingin membalas dendam. Dengan cara-cara yang brilian dan licin --maklum dia lulusan MBA-- ia berhasil membuat Mone patah hati, Tae Ra bercerai dari suaminya yang jaksa terkemuka, dan membuat anak laki-laki sulung keluarga Hong bangkrut dan akhirnya mati karena 'kecelakaan'.
Gun-wook hanya melepaskan Tae Song --anak lain yang diakui sebagai anak sebenarnya Pak Hong --padahal bukan, karena semua itu ulah Nyonya Hong yang murka karena Tae Song adalah anak selingkuhan Pak Hong.
Dan ia sendiri sebenarnya jatuh cinta pada Jae In yang tanpa sengaja terseret dalam konflik keluarga Hong.
Serial ini cukup mencekam sejak awal katean dibungkus dengan misteri. Adegan pertama adalah peristiwa kematian Seon Yong, pacar Tae Song, yang dulunya teman sepanti asuhan Gun-wook. Aksi balas dendam Gun-wook terajut dalam upaya dua detektif yang menyelidiki penyebab kematian Seon Yong. Misteri demi misteri masa lalu Gun-wook dikeluarkan secara bertahap, membuat penonton penasaran. Kisah cinta segitiga antara Gun-wook, Jae In, dan Tae Song, juga cinta mati Tae Ra terhadap Gun-wook menjadi daya tarik serial yang digarap cukup serius dengan cerita yang tidak linier dan fotografi yang cantik.
Permainan Kim Nam Gil (pemeran Gun-wook) dan skenario, patut diacungi jempol.
Tapi endingnya bikin penonton (terutama wanita) menangis. Wah, ending sih suka-suka yang punya cerita ya :))
Senin, 07 Maret 2011
Black Swan
Film yang membawa kemenangan bagi pemeran utamanya, Natalie Portman ini memang ciamiikk. Natalie mendapat piala Golden Globe dan Oscar sekaligus.
Berperan sebagai Nina Sayers yang penari balet dilakukannya dengan sangat meyakinkan. Ia bermain balet dan berkarakter aneh, berkepribadian ganda, suka berhalusinasi, dan anoreksia. Tampangnya pun meyakinkan, seram, dingin --beda banget dengan tampang aslinya yang cantik --tapi memang agak dingin.
Ia sering mendapati badannya baet-baret bekas cakaran. Ia bahkan tak sadar kalau hal itu dilakukannya sendiri. Ibunya yang paham benar kelakuan aneh anaknya, yang sibuk memberi obat, dan semakin protektif.
Penari balet yang satu ini memang dikungkung oleh ibunya yang sangat berambisi anaknya menjadi primadona panggung balet Swan Lake.
Nina pun menyimpan obsesi ingin piawai sebagai Odette (White Swan) sekaligus Odile (Black Swan). Sementara Black Swan membutuhkan karakter yang dinamis, nakal, enerjik. Padahal kepribadian Nina jauh dari itu. Maka ketika ia dihina-dina oleh direktur artistik teater tempatnya menari: dibilang tidak menarik, bodoh, lugu, dan ketahuan tidak pernah berhubungan seks. Apalagi sang direktur mengancam akan memasang Llily sebagai Black Swan yang memang 'canggih' menari balet angsa hitam. Nina pun ngamuk! Ia pun kabur dari rumah, mabuk-mabukan di diskotek dan berhubungan seks dengan ... Lily, teman terdekat yang ada waktu itu.
Menjelang pementasan, Nina yang ingin sukses membawakan angsa hitam, berarti harus tampil 'garang'. Seperti 'kerasukan', diam-diam ia menusukkan sebilah pisau ke tubuh Lily sampai berdarah-darah. Karena ketakutan, ia pun menyembunyikan tubuh Lily di bawah kolong! Ia memang berhasil dengan gemilang menarikan Black Swan. Tapi ternyata ia mendapati Lily masih segar bugar tanpa luka sedikit pun. Nina pun panik, siapa yang ditusuknya? Sementara ia baru menyadari kalau tubuhnya berlumuran darah .... !!! Penulis skenario, sinematografi, dan sutradara (Darren Arranofsky) film ini memang oke punya.
Berperan sebagai Nina Sayers yang penari balet dilakukannya dengan sangat meyakinkan. Ia bermain balet dan berkarakter aneh, berkepribadian ganda, suka berhalusinasi, dan anoreksia. Tampangnya pun meyakinkan, seram, dingin --beda banget dengan tampang aslinya yang cantik --tapi memang agak dingin.
Ia sering mendapati badannya baet-baret bekas cakaran. Ia bahkan tak sadar kalau hal itu dilakukannya sendiri. Ibunya yang paham benar kelakuan aneh anaknya, yang sibuk memberi obat, dan semakin protektif.
Penari balet yang satu ini memang dikungkung oleh ibunya yang sangat berambisi anaknya menjadi primadona panggung balet Swan Lake.
Nina pun menyimpan obsesi ingin piawai sebagai Odette (White Swan) sekaligus Odile (Black Swan). Sementara Black Swan membutuhkan karakter yang dinamis, nakal, enerjik. Padahal kepribadian Nina jauh dari itu. Maka ketika ia dihina-dina oleh direktur artistik teater tempatnya menari: dibilang tidak menarik, bodoh, lugu, dan ketahuan tidak pernah berhubungan seks. Apalagi sang direktur mengancam akan memasang Llily sebagai Black Swan yang memang 'canggih' menari balet angsa hitam. Nina pun ngamuk! Ia pun kabur dari rumah, mabuk-mabukan di diskotek dan berhubungan seks dengan ... Lily, teman terdekat yang ada waktu itu.
Menjelang pementasan, Nina yang ingin sukses membawakan angsa hitam, berarti harus tampil 'garang'. Seperti 'kerasukan', diam-diam ia menusukkan sebilah pisau ke tubuh Lily sampai berdarah-darah. Karena ketakutan, ia pun menyembunyikan tubuh Lily di bawah kolong! Ia memang berhasil dengan gemilang menarikan Black Swan. Tapi ternyata ia mendapati Lily masih segar bugar tanpa luka sedikit pun. Nina pun panik, siapa yang ditusuknya? Sementara ia baru menyadari kalau tubuhnya berlumuran darah .... !!! Penulis skenario, sinematografi, dan sutradara (Darren Arranofsky) film ini memang oke punya.
Kamis, 27 Januari 2011
Peluang Kaya dari Tanggal Lahir
Peluang Kaya dari Tanggal Lahir. Misteri Kaya dan Miskin menurut metafisika Tiongkok.
Demikian buku yang ditulis oleh Heri Kusrianto, terbit sebulan menjelang Imlek (tapi tak ada hubungannya, sih). Heri yang lebih dikenal sebagai 'orang travel', ternyata punya minat lain yakni Feng Shui dan Empat Pilar, sehingga terwujud buku yang menarik ini.
Menarik, sebab mampu 'meramal' kehidupan seseorang berdasarkan tanggal lahir, bukan shio atau zodiak yang selama ini populer di kalangan masyarakat luas. Bahkan menurut buku ini, tanggal lahir berdasarkan 4 Pilar memberikan hasil ramalan lebih akurat. Karena pada dasarnya kehidupan setiap orang dipengaruhi oleh banyak faktor --yang membuatnya punya hoki berbeda, walaupun mungkin ada orang-orang yang bertanggal lahir sama persis. Faktor-faktor yang mempengaruhi nasib seseorang antara lain pengasuhan (dari orang tua), teman-teman dekat, rumah, pasangan hidup, pekerjaan, dansebagainya.
Untuk meneropong nasib, pertama kali kenali dulu diri sendiri, apakah termasuk Kayu (yin atau yang), Api (yin atau yang), Air (yin atau yang), Tanah (yin atau yang), dan Logam (yin atau yang). Selanjutnya masuk ke rangka 4 Pilar yang terdiri dari Jam, Hari (tanggal), Bulan, dan Tahun, yang berisi 8 kolom yakni 4 bagian atas adalah simbol Batang Langit dan 4 bagian bawah simbol Cabang Bumi.
Di sini kita perlu menggunakan software 4 Pilar (tersedia di dalam buku). Setelah kita isi jam, tanggal, bulan, dan tahun lahir, akan keluar diagram yang menunjukkan Elemen Pribadi kita (Api, Air, Tanah, Logam, Kayu, dan apakah termasuk kuat atau lemah). Untuk bisa membaca dengan benar hasil dari diagram, kita mesti pelajari dulu tentang sifat-sifat elemen, siklus penguatan, siklus pelemahan, siklus penghancuran, dan clash.
Buku yang menarik, karena kita bisa meramal diri sendiri, bahkan termasuk 'nasib' per sepuluh tahunan, meskipun agak rumit, karena membutuhkan otak kanan dan kiri untuk menelaahnya.
Demikian buku yang ditulis oleh Heri Kusrianto, terbit sebulan menjelang Imlek (tapi tak ada hubungannya, sih). Heri yang lebih dikenal sebagai 'orang travel', ternyata punya minat lain yakni Feng Shui dan Empat Pilar, sehingga terwujud buku yang menarik ini.
Menarik, sebab mampu 'meramal' kehidupan seseorang berdasarkan tanggal lahir, bukan shio atau zodiak yang selama ini populer di kalangan masyarakat luas. Bahkan menurut buku ini, tanggal lahir berdasarkan 4 Pilar memberikan hasil ramalan lebih akurat. Karena pada dasarnya kehidupan setiap orang dipengaruhi oleh banyak faktor --yang membuatnya punya hoki berbeda, walaupun mungkin ada orang-orang yang bertanggal lahir sama persis. Faktor-faktor yang mempengaruhi nasib seseorang antara lain pengasuhan (dari orang tua), teman-teman dekat, rumah, pasangan hidup, pekerjaan, dansebagainya.
Untuk meneropong nasib, pertama kali kenali dulu diri sendiri, apakah termasuk Kayu (yin atau yang), Api (yin atau yang), Air (yin atau yang), Tanah (yin atau yang), dan Logam (yin atau yang). Selanjutnya masuk ke rangka 4 Pilar yang terdiri dari Jam, Hari (tanggal), Bulan, dan Tahun, yang berisi 8 kolom yakni 4 bagian atas adalah simbol Batang Langit dan 4 bagian bawah simbol Cabang Bumi.
Di sini kita perlu menggunakan software 4 Pilar (tersedia di dalam buku). Setelah kita isi jam, tanggal, bulan, dan tahun lahir, akan keluar diagram yang menunjukkan Elemen Pribadi kita (Api, Air, Tanah, Logam, Kayu, dan apakah termasuk kuat atau lemah). Untuk bisa membaca dengan benar hasil dari diagram, kita mesti pelajari dulu tentang sifat-sifat elemen, siklus penguatan, siklus pelemahan, siklus penghancuran, dan clash.
Buku yang menarik, karena kita bisa meramal diri sendiri, bahkan termasuk 'nasib' per sepuluh tahunan, meskipun agak rumit, karena membutuhkan otak kanan dan kiri untuk menelaahnya.
Selasa, 18 Januari 2011
Belajar Bahagia
Ini sebuah buku perenungan, refleksi perjalanan perkawinan selama 20 tahun milik Dian Syarief dan Eko Pratomo. Pasangan yang saya kenal sejak bertahun lalu, ketika Dian bekerja di sebuah bank dan saya aktif sebagai jurnalis.
Buku yang manis, ditulis dengan 'lugas', apa adanya, tanpa bunga-bunga, sehingga terasa 'asli'
Kehidupan Dian memang tidak mudah. Dengan lupus yang 'menemaninya', tentu banyak upaya yang harus dilakukannya. Namun semangatnya tak pernah padam. Bahkan membuahkan sesuatu yang dahsyat. Yang bernama Syamsi Dhuha Foundation. (Tapi bukan berarti kalau Dian tidak sakit tidak melakukan apa-apa).
Dari buku mungil ini cukup tercakup perjuangan hidupnya yang penuh warna, mungkin air mata, tapi juga taqwa dan keikhlasan --ini yang mendominasi buku ini. Tentang sakit hanya muncul di judul 'Pita Suara & Kista', selebihnya berisi kekuatan jiwa dalam menjalani kehidupan. Ada yang sangat menyentuh: 'Jalan Mendaki', "Kuatkan', 'Uban', 'Laron', 'Lorong Waktu'. 'Takut', dll.
Kesan kehidupan perkawinan Dian selama 20 tahun diungkapkannya dalam judul2: 'Refleksi 20 Tahun Pernikahan', '20 Tahun Pernikahan', 'Pernikahan', 'Unconditional Love'.
Dengan yayasan lupusnya, Dian banyak berbuat dan berbagi bagi orang2 yang kurang beruntung.
Itulah Dian, sosok tegar yang memancarkan 'spiritnya' pada lingkungan sekitarnya. Alangkah indahnya bumi ini jika dipenuhi dengan wanita-wanita seperti Dian.
Buku yang manis, ditulis dengan 'lugas', apa adanya, tanpa bunga-bunga, sehingga terasa 'asli'
Kehidupan Dian memang tidak mudah. Dengan lupus yang 'menemaninya', tentu banyak upaya yang harus dilakukannya. Namun semangatnya tak pernah padam. Bahkan membuahkan sesuatu yang dahsyat. Yang bernama Syamsi Dhuha Foundation. (Tapi bukan berarti kalau Dian tidak sakit tidak melakukan apa-apa).
Dari buku mungil ini cukup tercakup perjuangan hidupnya yang penuh warna, mungkin air mata, tapi juga taqwa dan keikhlasan --ini yang mendominasi buku ini. Tentang sakit hanya muncul di judul 'Pita Suara & Kista', selebihnya berisi kekuatan jiwa dalam menjalani kehidupan. Ada yang sangat menyentuh: 'Jalan Mendaki', "Kuatkan', 'Uban', 'Laron', 'Lorong Waktu'. 'Takut', dll.
Kesan kehidupan perkawinan Dian selama 20 tahun diungkapkannya dalam judul2: 'Refleksi 20 Tahun Pernikahan', '20 Tahun Pernikahan', 'Pernikahan', 'Unconditional Love'.
Dengan yayasan lupusnya, Dian banyak berbuat dan berbagi bagi orang2 yang kurang beruntung.
Itulah Dian, sosok tegar yang memancarkan 'spiritnya' pada lingkungan sekitarnya. Alangkah indahnya bumi ini jika dipenuhi dengan wanita-wanita seperti Dian.
Langganan:
Komentar (Atom)

