Senin, 20 September 2010

Rama Parasu

Wayang orang selalu menyimpan eksotika tersendiri. Ada seni, budaya, keindahan, dan filsafat hidup.
Setelah bertahun-tahun tak nonton wayang, malam minggu kemarin ada kesempatan. Undangannya dari Stephanus Hamy, desainer, dia diajak tampil sebagai bintang tamu.
Ceritanya: Rama Parasu. Kisah yang tidak populer, seperti misalnya Ramayana atau Mahabharata.
Ini kisah di zaman awal Rama & Sinta (keduanya baru menikah). Rama Parasu ingin mati karena dia menyesal setelah membunuhi banyak raja dan ksatria, karena  orang tua dan kakak-kakaknya dibantai oleh seorang raja congkak. Parasu membalas dendam pada orang lain.
Dia bertemu dengan Arjuna Sasrabahu, yang juga ingin mati karena ditinggal mati dua istrinya. Keduanya saling minta bunuh. Kata akhirnya, keduanya berlaga, siapa yang menang berarti titisan Dewa Wisnu. Yang mati Arjuna Sasrabahu, karena ia memang 'mengalah'. Parasu melanjutkan terornya pada Rama Wijaya yang baru menikah dengan Sinta. Tapi Rama tak mau membunuh Parasu, kendati dia yang menang (lebih jago, gitu). Karena Parasu masih punya kewajiban untuk membina ksatria2 lain untuk bertanding di Perang Bharatayuda, kelak. Salah satu muridnya adalah Bisma, sesepuh Pandawa dan Kurawa.
Huuu, ruwet, ya. Kalau saya tak punya referensi wayang pasti mumet.
Yang jelas tontonan satu ini cukup menarik. Pemainnya banyak, termasuk pemain pria. Heran juga, hareee geenee masih ada yang mau main wayang, yang bisa berdialog dengan bahasa Jawa Tinggi, dan bisa nembang dengan suara  lumayan. Ada beberapa wajah muda, dengan gerak tari yang cukup luwes. Ada pemain kawakan, seperti Kies Slamet, Kenthus, dan Sulistiyono. Sayangnya para bintang tamu tak disebut, misalnya di awal acara ketika MC membuka. Lha, saya cuma kenal Hamy.
Hamy sendiri mengaku sejak kecil suka nonton wayang, ketoprak, termasuk Srimulat dan Ludruk. Sudah lama dia diajak main wayang sebagai bintang tamu, tapi baru sekarang ini sempatnya. Katanya, partisipasinya kali ini didedikasikan kepada ayahnya tercinta.
Salut buat semua pencinta dan pelaku wayang dan seni tari Jawa pada umumnya.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar